Feb 14 2006

ngalorngidul

Aniaya Konvoi Kendaraan Bermotor

Posted at 9:03 pm under Driving, Safety

Akhir-akhir ini di Indonesia, terutama kawasan Jabotabek banyak terbentuk klub hobi, begitu juga dengan hobi kendaraan bermotor yang berkembang seiring pertambahan mobil dan motor baru. Karenanya, para pemilik kendaraan ini kemudian berkumpul bersama berdasarkan hobi dan ketertarikan bersama. Mulai dari diskusi bersama, tukar-menukar informasi, jualan pernak-pernik aksesoris kendaraan. Pendirian klub pun bervariasi, berdasarkan lokasi tempat tinggal, lokasi kantor, merek/tipe kendaraan. Nah, dengan berkembangnya kegiatan, makin banyak pula klub ini yang memiliki jadwal tetap untuk berkumpul bersama atau jalan-jalan bersama di akhir pekan.

Yang paling favorit adalah jalan bersama berkonvoi sesama anggota klub. Untuk klub kendaraan mewah atau dalam jumlah sangat besar, mungkin mereka bisa meminta bantuan kepada pihak Kepolisian untuk mendapatkan pengawalan. Untuk klub yang lebih kecil, biasanya mereka membentuk tim pengawal sendiri. Nah, dalam prakteknya, keberadaan konvoi kendaraan dalam jumlah banyak tentunya akan mengganggu lalu lintas jalan raya yang mereka lewati. Meskipun mereka berusaha supaya tetap tertib dengan pimpinan semacam road captain dan penutup jalan. Tapi tetap saja, konvoi ini bisa saja (meskipun dengan sangat sopan) melanggar lampu lalu lintas (supaya rekan konvoinya tidak tertinggal rombongan yang lain). Apalagi dengan klub kendaraan mewah seperti motor besar yang akhir-akhir ini banyak dikritik karena dianggap arogan. Bagi klub hobi ini, konvoi adalah suatu kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu.

Sayangnya, ada beberapa konsep dasar dalam berkendara/berlalu lintas yang agak dikesampingkan ketika segolongan orang melakukan konvoi kendaraan bermotor (roda dua atau lebih):

  1. Dalam berlalu lintas, konsep dari masing-masing pengendara adalah berbagi fasilitas. Pembagian fasilitas ini beberapa hal diatur dalam rancangan jalan raya, rambu, dsb. Jadi sebelum mempertahankan hak menggunakan fasilitas jalan raya, ada baiknya memperhatikan hak pengendara yang lain. Untuk itu saya justru mempertanyakan, "Apakah hak konvoi pengendara motor meminta jalan pada pengendara lain?"
  2. Saya lebih setuju apabila konvoi bersama ini dipecah dalam kelompoklebih kecil dengan jarak yang tidak terlalu berdekatan. Karena kembalilagi ke konsep dasar berlalu lintas, kita harus saling berbagi denganpengendara yang lain.
  3. Terlepas dari sanksi (contoh: sanksi internal terhadap oknum HTML–Honda Tiger Mailing List), pengendara ‘normal’ manapun yang membawa kendaraan sendiri (baik mobil maupun motor), tiba2 terjebak di tengah konvoi, tentu saja membuat panik. Apalagi jika konvoi dengan voorijder ini merupakan konvoi tidak resmi (tidak masuk aturan lalu lintas, pejabat, presiden/wapres, ambulans, pemadam kebakaran, dll).
  4. Yang saya benci dari konvoi klub kendaraan bermotor (baik motor maupun mobil) adalah memenuhi jalan raya dan menghalangi pengendara lainnya. Terutama ketika konvoi berusaha mempertahankan kecepatan tertentu.

Ketika berada dalam kebersamaan komunitas, saling berbagi menjadi prioritas. Tapi kenapa ketika berada di dalam komunitas lebih besarjustru menjadi arogan? Hm… loyalitas terlalu sempit?

Memang bagus modifikasi motor supaya memiliki sirine, lampu kerlap-kerlip ala petugas keamanan (mobil polisi, atau safety car balapan), tapi gunakan semestinya. Misalnya untuk mengawal rombongan pengendara motor yang mudik. Kalo itu saya setuju. Karena lawannya adalah bus Sinar Jaya, Deddy Putra, dll jurusan Jakarta-Cirebon yang buandel2.

Kalaupun klub ini ingin melakukan konvoi, sebaiknya dipecah-pecah dalam rombongan kecil sehingga tidak banyak mengganggu lalu lintas. Jadi para rombongan konvoi mendapat briefing sejak awal tentang jalur dan tujuan konvoi. Saat mereka di jalan, dipecah dalam rombongan kecil, kira-kira 5 kendaraan sehingga tidak perlu menyetop arus kendaraan lain atau melanggar lampu lalu lintas. Wong klub hobi kendaraan bermotor kok malah memberi contoh bagaimana melanggar peraturan lalu lintas? Memang konvoi berhak mendapatkan prioritas, tapi sebenarnya, bagaimana mereka bisa seenaknya mengklaim hak konvoi ini? Hanya dengan road captain bermodalkan sirine, lampu kelap-kelip yang membuat pengguna jalan lain jadi waspada?

Bahkan pengawalan dari aparat Kepolisian justru makin membuat iri pengguna jalan yang lain. Sepertinya terjadi diskriminasi di sini.

One response so far




One Response to “Aniaya Konvoi Kendaraan Bermotor”

  1.   Bahasa, please!on 23 Feb 2009 at 3:30 am 1

    baru kemarin ketemu sama rombongan motor besar… aduuh gayanya seperti presiden mau lewat, sepertinya pemakai jalan lain tidak penting bagi mereka… :)

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply