Jun 14 2005
Kesabaran mengemudi (catatan perjalanan Mei 2005)
Pada tol dalam kota Jakarta, Anda diuji kesabaran untuk menjaga jarak dengan kendaraan di depan. Tidak mengemudikan kendaraan seperti halnya di jalanan ibukota yang senantiasa macet dan kerap diserobot. Kecepatan minimum tol 60kmj bahkan menjadi barang mewah dalam tol dalam kota. Barangkali keistimewaan tol ini bukanlah di bebas hambatannya, tetapi bebas lampu lalu lintas.
Pada tol Cikampek hingga pintu keluar tol Bekasi/Cibitung, Anda kembali diuji kesabaran untuk mengemudikan kendaraan tetap pada lajurnya. Tidak menyerobot dari bahu jalan. Karena lalu lintas sangat padat. Kecepatan minimum tol 60kmj rasanya bukan lagi sebagai aturan yang harus dipatuhi, tetapi sebagai anjuran atau teori di atas kertas.
Selepas Cibitung, tol Cikampek lebih menguji kesabaran Anda lagi. Karena lajur tol menyempit dari 4 atau 3 lajur menjadi 2 lajur. Dengan volume kendaraan yang cukup tinggi, bukan hal aneh jika terjadi antrean di lajur kanan untuk mendahului. Deretan truk yang membawa kargo penuh merayap dan mecoba memauthi kecepatan minimum. Truk yang lebih perkasa atau kargo yang lebih kosong juga kerap tidak sabar mendahului kendaraan sejenis. Akibatnya kendaran pribadi yang relatif memiliki kecepatan rata-rata lebih tinggi mengantre panjang di lajur kanan karena terhambat truk yang menyalip sesama truk. Beberapa pengemudi yang tidak sabar beralih menggunakan bahu jalan untuk mendahuli deretan kendaraan yang lebih lambat di depannya.
Kelelahan pengemudi pun memuncak di sekitar kilometer 30 hingga peristirahatan ketiga di kilometer 33. Pemandangan yang membosankan di sekeliling jalan juga mendukung kelelahan ini. JIka Anda merasa lelah, berhentilah sejenak di perhentian yang telah tersedia.
Apabila Anda telah melintasi tol Cikampek dengan selamat hingga gerbang tol Cikopo, mungkin kesabaran Anda diuji kembali dengan antrean kendaraan yang cukup panjang.
Jika Anda memutuskan untuk mengambil tol arah Sadang, maka berhati-hatilah hingga sekitar 5 km hingga pintu tol Sadang. Karena medan jalan memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan medan jalan tol Cikampek.
Anda pikir jalan tol Cikampek-Cipularang-Padaleunyi tidak sepadan antara kemulusan aspal dan harganya? Tunggu selepas Anda keluar dari tol Padaleunyi menuju Nagrek. Selepas jalan raya Rancaekek, aspal mulus menjadi barang mewah. Truk-truk sedang dan kecil berjalan perlahan. Kendaraan pribadi yang tidak sabar hanya akan mendapatkan goncangan dari aspal yang bergelombang. Hal ini terus berlanjut di sepanjang jalur Selatan. Ruas jalan yang mulus bisa dihitung dengan jari.
No responses yet