May 25 2005

ngalorngidul

Tol Palikanci yang baru layak disebut jalan tol

Posted at 8:27 pm under Driving, Safety, Travel

Ternyata tol Palikanci yang telah digunakan selama kurang lebih 4 tahun dibuka sebelum waktunya. Ketika pertama kali digunakan, kondisinya kurang layak disebut sebagai jalan tol. Karena berbagai perlengkapan jalan masih belum terpasang. Hanya perlengkapan primer seperti aspal mulus 4 lajur, gerbang tol, petunjuk arah, petunjuk kilometer, guard rail saja yang terpasang. Sedangkan marka jalan, reflektor di sisi kanan jalan belum terpasang. Padahal kedua perelngkapan ini sangat vital bagi pengemudi kendaraan di malam hari. Akibatnya beberapa tahun yang lalu, melintasi jalan tol seperti melintasi jalan raya yang hampir tanpa petunjuk batas jalan. Terutama karena marka dan reflektor yang kurang jelas menunjukkan batas jalan. Jika pengemudi lengah, maka tiang flyover bisa dengan mudah dilanggar karena tidak ada tanda yang menunjukkan bahwa pengemudi harus menghindari tiang itu.

Kini reflektor telah terpasang dengan lengkap berikut marka jalan yang jelas. Sehingga pengemudi dapat dengan mudah mengenali batas jalan dan rintangan jalan seperti tiang flyover maupun separator jalan tol berupa rumput. Dengan kondisi seperti ini, barulah tol Palikanci layak disebut sebagai jalan tol.

Sayangnya kemulusan jalan tol sepanjang kurang lebih 30 km antara Kanci-Plumbon tidak diikuti ruas terakhir tol antara Plumbon-Palimanan. Ruas ini dibangun menggunakan beton sehingga kurang mulus dibandingkan aspal. Mungkin ruas ini masih belum layak disebut sebagai jalan tol dan dibuka secara prematur. Karena mestinya ruas tersebut masih harus dilapisi aspal yang mulusnya lebih tahan lama karena beralaskan beton. Tidak seperti jalan sepanjang Pantura yang kemulusannya tidak bertahan lama karena cepat bergelombang atau bahkan berlubang atau rusak sama sekali.

No responses yet




Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply