May 04 2005

ngalorngidul

Ditabrak dari belakang … lagi …

Posted at 1:37 am under Driving, Safety, Vespa

Di suatu sore, di jalanan Jakarta yang macet, kendaraan berjalan merambat. Motor mencoba mencari celah jalan yang kosong. Angkutan umum yang berhenti mendadak, kadang menutup jalan, menghalang laju motor yang mencari celah kosong. Mau tidak mau, bukan hanya pengemudi harus menjalankan kendaraan pelan-pelan, tapi juga harus sigap setiap saat agar terhindar dari kecelakaan. Hingga pada suatu saat, gue mengerem laju vespa dan harus berhenti karena terhalang angkutan umum, dan … brak!!! Dari belakang seorang wanita yang mengendarai motor bebek hanya bisa tersenyum kecut karena merasa bersalah telah menabrak kendaraan di depannya. Dari suaranya, gue cuma bisa memperkirakan bahwa something has broken. Cari bagian jalan yang leluasa untuk minggir dan melihat kondisi akibat tabrakan. Well … lagi-lagi ditabrak dari belakang membuat lampu sen kiri Vespa Excel jadi bolong sedikit. It’s just another cycle …

Ditabrak dari belakang oleh motor Honda Tiger saat hujan dan macet hingga bemper belakang pecah. Berikutnya saat kecepatan sedang ditabrak dari belakang hingga menyentuh bemper belakang oleh sebuah motor bebek, sampai terdorong. Lalu mengerem Vespa Stradaku untuk memberi jalan pada pejalan kaki hingga dari belakang ada motor bebek yang terguling karena menabrak lampu belakang hingga pecah dan menjebolkan jok belakang. Karena kerusakan cukup parah, terpaksa jok dan lampu belakang harus diganti. Belum usai, di malam hari di jalan yang kosong di depan Kenari Plaza, saat menghindari bus yang berhenti di letter S, dan sebuah RX-King yang memotong jalan, dari belakang ada sekelompok remaja bermotor bebek dua tak yang kelihatannya sedang menikmati jalan kosong dan tak sempat mengerem. Akibatnya Vespa Stradaku ringsek total dan tidak bisa dibawa pulang.

Perlukah gue meminta ganti rugi yang sepadan kepada sang penabrak? Dari kecelakaan atau tabrakan (baca: ditabrak) yang dialami, hanya kejadian dengan motor Tiger saja yang menghasilkan ganti rugi sepadan. Pengendara Tiger mengganti bemper senilai Rp 20 ribu yang memang sepadan dengan harga bemper belakang Excel. Sisanya, gue cuma bisa melongo. Bahkan terakhir sang penabrak Vespa Strada hingga ringsek tidak mau mengganti rugi Rp 1 juta. Karena perbaikan Vespa Strada itu toh akhirnya menghabiskan dana Rp 1,2 juta. Apalagi ‘cuma’ menghasilkan mika lampu sein yang bolong, kecil lagi.

No responses yet




Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply